Gimhae memiliki sektor industri yang beragam, menunjukkan perpaduan antara kekuatan kesenian tradisional dan sektor yang sedang berkembang.

Pertanian: Secara historis, Gimhae adalah lumbung padi utama di Semenanjung Korea. Dengan cuaca hangat dan lokasi yang strategis dengan kota-kota besar lainnya, Gimhae berperan sebagai pemasok hasil pertanian ke daerah sekitarnya. Kota ini juga menjadi salah satu wilayah pertama di Korea yang menanam sayuran di rumah kaca. Produk pertanian utamanya adalah padi dan sayuran, serta buah-buahan. Spesialisasi pertanian Gimhae meliputi Jinyeong Dangam (jenis kesemek) dan melon oriental Chilsan, yang dikenal karena rasa manisnya. Gimhae juga terkenal dengan buah raspberinya, yang menyumbang hingga 70 persen produksi nasional. Selain itu, daging sapi, daging babi, dan teh janggun (jenis teh hijau) juga dikenal luas.

Manufaktur: Gimhae memiliki industri manufaktur yang berkembang pesat, dengan lebih dari 7.000 usaha kecil dan menengah (UKM) yang mempekerjakan sekitar 83.000 orang pekerja. Perusahaan-perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan mesin, komponen otomotif, industri logam, dan lainnya. Kota ini memiliki delapan kompleks pertanian dan industri, empat kompleks industri umum, dan empat kompleks tambahan yang sedang dibangun, termasuk Gimhae Techno Valley. Sejumlah perusahaan asing juga beroperasi di Gimhae, seperti pusat data Softbank yang berbasis di Jepang dan pabrik Kuroda Electric yang masih dalam tahap pembangunan.

Industri Biomedis: Gimhae secara aktif mengembangkan sektor biomedisnya. Badan Promosi Industri & Biomedis Gimhae memimpin upaya untuk mewujudkan Gimhae sebagai salah satu dari empat pusat biomedis utama di Korea. Fokusnya meliputi perluasan kemampuan R&D di industri biomedis, dukungan untuk perusahaan dan startup, serta penguatan kemampuan inovasi regional. Kota ini telah terpilih untuk proyek infrastruktur spesialisasi pintar untuk industri perangkat medis pada tahun 2021, menunjukkan komitmennya terhadap teknologi kesehatan.

Industri Kerajinan: Gimhae memiliki sejarah panjang dalam kerajinan tangan, terutama keramik. Budaya keramik Gimhae, yang terkenal dengan Keramik Gaya dan Keramik Buncheong dari Dinasti Joseon, terus berkembang menjadi industri kreatif melalui pengembangan barang-barang rumah tangga modern dan proyek modernisasi, seperti penggabungan teknologi baru untuk memanfaatkan keramik sebagai bahan arsitektur. Terdapat sekitar 270 bisnis kerajinan dan 120 bisnis keramik di kota ini, dengan sebagian besar infrastruktur produksi keramik berada di Jillye-myeon. Gimhae Workshop Village, yang terdiri dari sekitar 40 bisnis kerajinan, menyediakan pelatihan langsung dan kegiatan bisnis. Museum seperti Clayarch Gimhae Museum (museum keramik arsitektur pertama di dunia) dan Gimhae Buncheong Ceramics Museum didirikan untuk melestarikan dan mempromosikan tradisi keramik Buncheong.

Clayarch Gimhae Museum. Foto: VisitKorea

Industri Florikultura: Gimhae memiliki kebun bunga yang luas dan merupakan pusat penting untuk ekspor bunga dari Busan dan kota-kota tetangga. Pusat pertanian Gimhae telah berupaya mengembangkan mawar Korea independen yang disebut Spray.

Diversifikasi ekonomi Gimhae, dari pertanian tradisional ke industri berteknologi tinggi dan kreatif, adalah strategi yang jelas. Kota ini telah berevolusi dari basis pertanian yang kuat menjadi pusat manufaktur yang berkembang pesat, dan kini bergerak menuju industri berteknologi tinggi dan kreatif. Dengan berinvestasi pada sektor-sektor yang berorientasi masa depan sambil mempertahankan kekuatan budayanya, Gimhae tidak hanya mengurangi kerentanan ekonomi tetapi juga memposisikan dirinya untuk pertumbuhan jangka panjang.

Gimhae menawarkan berbagai atraksi yang memadukan kekayaan sejarah dengan daya tarik modern, seperti:

Situs Sejarah: Makam Kerajaan Raja Suro, Museum Nasional Gimhae, Benteng Bunsan, dan Museum Makam Daeseong-dong (salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO di Korea) adalah daya tarik utama yang mencerminkan masa lalu dari kota ini.

Gimhae National Museum. Foto: Korea Tourism Organization

Destinasi Budaya: Kawasan Inje-ro ramai dikunjungi pada bulan September saat bunga red spider lilies mekar dan pada bulan Oktober saat lampion-lampion meriah digantung di sepanjang jalur pejalan kaki. Pengalaman di Gimhae Hanok dan Museum Rakyat Gimhae juga menawarkan wawasan tentang budaya tradisional Korea.

Olahraga: Gimhae dikenal sebagai “ibu kota hoki” Korea Selatan, dengan tim hoki SMA Gimhae menjadi tim nomor satu di negara tersebut. Kota ini juga sukses menjadi tuan rumah Festival Olahraga Nasional pada tahun 2023, menunjukkan kapasitasnya dalam menyelenggarakan kompetisi tingkat nasional.

Festival: Gimhae menyelenggarakan berbagai festival budaya yang menarik, termasuk Festival Keramik Buncheong Gimhae, Festival Budaya Gaya, dan Festival Gayageum Gimhae.

Konektivitas Pariwisata dengan Busan: Kedekatan Gimhae dengan Busan, yang difasilitasi oleh Bandara Internasional Gimhae, juga menjadikannya gerbang bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi populer Busan seperti Pantai Haeundae dan Pasar Ikan Jagalchi.

Sinergi pariwisata sejarah dan modern ini merupakan strategi yang efektif untuk membangun citra kota multi-dimensi. Gimhae memanfaatkan warisan budaya Kerajaan Gaya dan situs-situs UNESCO-nya, yang berdampingan dengan atraksi modern seperti fasilitas olahraga, festival, dan perannya sebagai bandara penghubung. Pendekatan ini menciptakan proposisi pariwisata yang unik, menarik minat pengunjung yang beragam, mulai dari penggemar sejarah hingga pecinta budaya dan olahraga.

Gimhae muncul sebagai kota yang dinamis dan multi-dimensi di Korea Selatan, ditandai oleh perpaduan unik antara warisan sejarah yang mendalam, pertumbuhan industri yang kuat, dan komitmen yang berkembang terhadap keberlanjutan. Sebagai ibu kota kuno Konfederasi Gaya, kota ini memiliki sejarah yang kaya dalam produksi besi, sebuah warisan yang masih bertahan hingga hari ini dengan kekuatan manufakturnya di bidang mesin, komponen otomotif, dan industri logam.

Peran Gimhae sebagai lokasi Bandara Internasional Busan menegaskan posisi strategisnya sebagai gerbang logistik regional, yang secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi. Meskipun fungsi modern ini kadang-kadang mengaburkan kekayaan sejarahnya, kota ini secara aktif mengintegrasikan situs-situs sejarah dan budayanya ke dalam identitas kontemporernya, menciptakan pariwisata yang unik.

Pertumbuhan populasi yang pesat, didorong oleh migrasi dari kota-kota tetangga dan masuknya pekerja migran, menggarisbawahi vitalitas ekonomi Gimhae tetapi juga menuntut perencanaan kota yang cermat untuk memastikan pembangunan infrastruktur dan layanan sosial yang berkelanjutan. Gimhae adalah contoh kota yang terus beradaptasi dan mendiversifikasi diri.