Literature

Sastra Korea

Lee Geum-yi. Foto: KBBY2019

Lee Geum-yi adalah salah satu penulis Korea Selatan yang paling produktif, terutama di genre sastra anak dan remaja. Dalam karirnya yang telah berlangsung lebih dari empat dekade, Lee telah menulis lebih dari 50 karya yang mengangkat isu-isu sosial dan sejarah dengan narasi yang menarik. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang beberapa karya terkenal serta pencapaiannya yang mengesankan, termasuk kandidasinya untuk Penghargaan Hans Christian Andersen.

More…

Mater 2-10. Foto: The Booker Prizes

“Mater 2-10” adalah sebuah karya sastra monumental yang ditulis oleh Hwang Sok-yong. Novel karya penulis asal Korea Selatan ini masuk dalam daftar pendek International Booker Prize 2024 dan berhasil menarik perhatian dunia. Judul dari novel ini diambil dari sebuah lokomotif tua yang berkarat dan penuh dengan lubang bekas tembakan yang terletak di Zona Demiliterisasi, pemisah antara Korea Utara dan Selatan. Lokomotif rusak ini menjadi simbol penting yang mewakili kerinduan akan reunifikasi dari Semenanjung Korea.

More…

Literature Translation Institute of Korea, atau LTI Korea, adalah sebuah organisasi kunci dalam dunia sastra Korea dan penyebarannya di panggung global. Didirikan oleh pemerintah Korea Selatan pada tahun 2001, misi utamanya adalah untuk mempromosikan sastra Korea di seluruh dunia melalui terjemahan dan publikasi karya-karya Korea ke dalam bahasa asing.

More…

Perpustakaan Nasional Korea, 2019. Foto: Kso19840627 (Wikipedia)

Industri buku di Korea merupakan sebuah bidang yang dinamis, didorong oleh tradisi literatur yang kaya, kemajuan teknologi, dan dukungan yang kuat dari pemerintah. Meliputi berbagai kegiatan mulai dari penerbitan, distribusi, penjualan, hingga perpustakaan, industri ini menekankan pentingnya format cetak dan digital dalam meningkatkan literasi dan mempromosikan kebudayaan.

More…

Adaptasi anime dari webtun God of High School. Sumber: Viz

Webtun, atau yang dikenal juga dengan nama manhwa digital, merupakan bentuk komik digital yang berakar dari Korea Selatan. Didesain khusus untuk dibaca di smartphone, webtun dibaca dengan cara menggulir layar ke bawah dan biasanya dirilis secara mingguan. Mesikpun kerap dipandang sebagai bacaan yang ringan, webtun telah menjadi salah satu produk budaya yang progresif dalam dunia sastra dan budaya pop Korea.

More…