
Jakarta, 02 Februari 2026 – Minat wisatawan Indonesia mengunjungi Korea selalu meningkat selama beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi berakhir. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya angka kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea selama beberapa tahun terakhir. Menurut data KTO, terdapat sebanyak 278 ribu orang wisatawan yang mengunjungi Korea pada 2019, 2020-2022 mengalami penurunan karena pandemi, tahun 2023 sebanyak 250 ribu wisatawan, 2024 berjumlah 336 ribu wisatawan, dan tahun 2025 sebanyak 365.596 orang wisatawan.
Angka wisatawan Indonesia ke Korea pada tahun 2025 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dan telah mencapai target yang telah ditentukan di awal tahun 2025. Selama tahun lalu, Indonesia menduduki peringkat 9 di tingkat global dan peringkat 4 di tingkat ASEAN (setelah Filipina, Vietnam dan Singapura) sebagai penyumbang wisatawan internasional terbanyak ke Korea. Peringkat ini memiliki posisi yang sama dengan tahun sebelumnya.
“Kami sangat senang dengan kabar ini karena hal ini menunjukkan eksistensi budaya Korea dan potensi pariwisata Korea di Indonesia masih terus bertahan dari waktu ke waktu, walaupun di tahun 2025 dunia
sempat mengalami krisis beragam. Tentunya, kami juga akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam mempromosikan pariwisata Korea di Indonesia secara positif melalui berbagai kampanye
wisata tematik Korea (wisata muslim, wisata keluarga, wisata edukasi, MICE, Medical & Wellness), memberikan support yang variatif untuk kunjungan ke Korea, serta mengadakan acara – acara besar untuk promosi pariwisata Korea,” ujar Direktur Korea Tourism Organization Jakarta Office, Kim Jisun.
Ia juga menambahkan, “Selama 2025 juga terdapat banyak faktor yang memengaruhi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea, baik dari kampanye KTO di Indonesia maupun kebijakan dari institusi pemerintah lainnya yang mempermudah perjalanan wisatawan Indonesia ke Korea. Diantaranya adalah penerbangan transit baru dari berbagai maskapai internasional, pembebasan biaya elektronik grup visa ke Korea selama 2025, konser K-pop besar yang berlangsung di Korea, serta banyaknya pihak dari dunia pariwisata yang telah terlibat mempromosikan Korea sebagai salah satu destinasi wisata popular di Indonesia.”
“Pada tahun 2026, beberapa hasil survei di Indonesia menyatakan bahwa pola perjalanan wisatawan Indonesia kini lebih stabil dan Korea selalu menjadi salah satu destinasi favorit, kebijakan pembebasan biaya elektronik grup visa yang diperpanjang hingga Juni 2026, serta berbagai projek kampanye kerjasama KTO dengan berbagai pihak menjadi faktor penting terus meningkatnya kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea di 2026,” pungkas Kim.
KTO Jakarta akan terus melakukan berbagai inovasi kampanye untuk mempromosikan pariwisata Korea dengan tema-tema tertentu. Wisata tematik seperti wisata untuk muslim, wisata keluarga, wisata olahraga, wisata medis dan pembugaran maupun MICE menjadi fokus utama. Selain itu, KTO Jakarta juga akan berkolaborasi dengan berbagai brand terkenal asal Indonesia dan lebih banyak melakukan ekspansi ke berbagai kota di seluruh Indonesia untuk melakukan promosi, terutama di kota-kota besar yang memiliki minat tinggi berlibur ke luar negeri.

KTO pada tahun ini masih mengedepankan kampanye 2025-2026 100 Must-Visit Tourist Spots of Korea yang berisi 100 destinasi wisata yang paling ikonik di seluruh penjuru Korea untuk wisatawan mancanegara. Beberapa destinasi ikonik yang masuk dalam 100 Must Visit Tourist Spot dan perlu dieksplor lebih lanjut oleh wisatawan Indonesia adalah Seongsu-dong Street, Cheongwadae Complex, Imjingak Resort, Songdo Central Park, Gwangmyeong Cave, Museum SAN, Mancheonha Skywalk, Beopjusa Temple, Daecheon Beach, Space Walk, Kkotji Beach, Oseong Hanok Village, DPIRANG, National Asian Culture Center, dan OSIRIA Tourist Complex. Melalui program promosi yang dilakukan KTO pada tahun 2026, KTO Jakarta menargetkan sekitar 425 ribu orang wisatawan Indonesia akan mengunjungi Korea.