Website YouTube. Foto: Christian Wiediger (Unsplash)

YouTube di Korea Selatan telah berkembang menjadi ekosistem yang luas, mencakup kanal musik populer, siaran makan, konten untuk anak, gim, kebugaran, hingga kanal berita dan komentar. Dalam kategori “channel Korea” yang populer, tidak semuanya berasal dari individu. Banyak yang merupakan akun resmi artis atau perusahaan hiburan, sementara sebagian lain adalah kreator personal yang membangun audiens lewat format tertentu.

Jika dilihat dari kanal dengan jangkauan yang sangat luas, segmen K-pop dan hiburan menonjol karena keberadaan akun resmi. Kanal grup seperti BLACKPINK, BIGBANG, TOMORROW X TOGETHER, dan (G)I-DLE termasuk menjadi kanal dengan basis pelanggan dan jumlah penayangan yang tinggi. Kontennya umumnya berupa video musik, materi di balik layar, vlog, dan lainnya.

Di luar akun resmi, ada juga kreator individu dan akun keluarga yang menempati posisi signifikan. Pada konten untuk anak dan keluarga, misalnya, kanal seperti Boram Tube ToysReview, Boram Tube Vlog, dan 서은이야기 (SeoeunStory) dikenal luas lewat format ulasan mainan, aktivitas keluarga, dan peran bermain sederhana yang ditujukan untuk penonton anak-anak.

Korea Selatan sering dikaitkan dengan format konten yang kemudian menyebar ke banyak negara. Salah satu contohnya adalah mukbang (먹방), yaitu konten aktivitas makan dalam porsi besar sambil berinteraksi, mengulas makanan, atau berbicara ke kamera. Di YouTube, video mukbang sering digabungkan dengan konten ASMR makan, yaitu rekaman suara makan yang dekat dan jelas, dengan fokus pada bunyi dan tampilan makanan.

Ilustrasi kuliner Korea. Foto: Jakub Kapusnak (Unsplash)

Selain itu, konten “daily life” juga menjadi tontonan yang populer. Banyak kanal menampilkan rutinitas belajar, kehidupan pekerja kantor, serta eksplorasi lingkungan kota untuk penonton domestik maupun penonton luar negeri yang tertarik pada kehidupan sehari-hari di Korea.

Sebagian besar kanal besar dan kanal individu populer lainnya memiliki ragam kategori konten yang beragam namun berulang. Pada kategori ASMR dan mukbang, kreator seperti Jane ASMR, Hongyu ASMR, Dorothy (도로시), dan 매일맛나 (delicious day) disebut sebagai contoh kanal yang memiliki basis pelanggan tinggi.

Untuk konten kebugaran, kanal Hip Top yang dikelola oleh instruktur pilates Shim Euddeum dikenal lewat rutinitas olahraga di rumah dan konten gaya hidup. Pada gim dan komedi, nama seperti 랄로, Gamst, dan 침착맨 disebut sebagai figur yang populer di kalangan penonton domestik. Meskipun demikian, sebagian dari kreator yang telah disebutkan lebih dikenal di dalam Korea dibandingkan di luar negeri.

YouTuber dan kreator individu kini menjadi bagian nyata dari ekonomi kreator di Korea Selatan. Pada tahun 2022, nilai sektor kreator online dan streamer tercatat melampaui 1 triliun won dalam total pendapatan yang dilaporkan, dengan sekitar 39.000 orang kreator melaporkan penghasilannya masing-masing. Pada 2023, lebih dari 24.000 YouTuber Korea melaporkan pendapatan, dan jumlah kreator yang berpenghasilan di atas 100 juta won per tahun melampaui 4.000 orang.

Di sisi lain, distribusi pendapatan digambarkan sangat timpang. Kelompok 1 sampai 10 persen kreator teratas mengambil porsi pendapatan yang besar, sementara rata-rata pendapatan mayoritas kreator berada pada tingkat yang lebih rendah dan cenderung tidak stabil.

Pada tahun 2022, 1 persen kreator teratas disebut memiliki rata-rata pendapatan sekitar 848 sampai 850 juta won per tahun dan menguasai hampir 30 persen pendapatan kreator YouTube di Korea. Data pajak yang lebih baru untuk tahun 2024 menggambarkan terdapat sekitar 247 kreator yang menempati 1 persen teratas, dengan rata-rata pendapatan sekitar 1,3 miliar won, dan total gabungan pendapatan mereka mencapai 327 miliar won, atau sekitar 18 persen dari pendapatan media satu orang.

Untuk 10 persen kreator teratas, rata-rata pendapatan berada pada kisaran ratusan juta won per tahun, dengan angka yang bervariasi tergantung tahun dan sumber data. Sementara itu, jumlah YouTuber yang melaporkan penghasilan lebih dari 100 juta won adalah 4.011 orang pada tahun 2023, naik dari 2.449 orang pada 2021 dan 3.359 orang pada tahun 2022. Pada level total, pendapatan agregat media untuk satu orang disebut sekitar 1,14 triliun won pada 2022 dan sekitar 1,78 sampai 1,79 triliun won pada 2023–2024, sementara rata-rata pendapatan di semua pelapor disebut berada pada kisaran puluhan juta won per tahun.

Ilustrasi pengambilan gambar. Foto: Jesus Loves Austin (Unsplash)

Di Korea Selatan, YouTube tidak hanya dipakai untuk hiburan saja. Platform ini juga menjadi jalur konsumsi informasi. Beberapa survey menyebutkan bahwa sekitar setengah dari warga Korea menonton berita secara rutin melalui YouTube, dengan proporsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global. Kondisi ini membuat batas antara lembaga jurnalisme dan konten kreator menjadi lebih tipis, karena kreator komentar dan “news creators” bersaing dengan media arus utama, terutama bagi penonton muda yang menyukai format berita sesuai permintaan dan penjelasan berbasis figur.

Popularitas profesi kreator juga terlihat dari survei karier anak. Survei Kementerian Pendidikan Korea pada 2019 menempatkan “YouTube creator” dalam daftar pekerjaan impian murid sekolah dasar. Alasan yang sering muncul dalam survei terkait aspirasi ini berkaitan dengan jam kerja yang fleksibel, ruang ekspresi kreatif, dan persepsi pendapatan yang tinggi. Pada saat yang sama, data pendapatan memperlihatkan realitas bahwa penghasilan tinggi hanya terjadi pada kelompok kecil, sehingga isu literasi media dan pendidikan karier yang realistis sering ditekankan.

Karena profesi ini semakin dipandang sebagai pilihan karier yang potensial, ekosistem pelatihan bagi kreator pun mulai muncul. Ada akademi privat, program pemerintah daerah, hingga jurusan di perguruan tinggi dan universitas siber yang berfokus pada media satu orang dan produksi konten. Contoh yang dikenal luas di Korea adalah People YouTube, sebuah lembaga pelatihan di Seoul yang menjalankan kursus dengan materi teknis dan materi bisnis seperti branding, analisis audiens, serta pelatihan tampil di kamera. Pemerintah daerah dan lembaga konten juga disebut memiliki program pelatihan dasar dan lanjutan, sementara beberapa universitas menawarkan kurikulum yang mencakup perencanaan, produksi, distribusi, dan pemahaman model pendapatan seperti MCN dan video commerce.

Ilustrasi pengambilan gambar. Foto: Libby Penner (Unsplash)

Ekosistem YouTube di Korea Selatan dapat dipahami sebagai gabungan antara kanal resmi industri hiburan dan kreator individu yang mempopulerkan format tertentu. Keragaman kategori membuat YouTube menjadi ruang hiburan sekaligus ruang informasi, dengan penonton yang terbagi dari konten anak hingga berita.

Di balik pertumbuhan partisipasi dan total pendapatan yang besar, distribusi penghasilan yang berat di puncak menjadi karakter penting ekosistem ini. Situasi tersebut ikut mendorong munculnya program pelatihan, sekaligus menempatkan literasi media dan pemahaman risiko pendapatan tidak stabil sebagai bagian dari pembicaraan publik tentang karier kreator.