Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata
Seiring dengan munculnya bisnis kreatif, jumlah perusahaan di Seongsu-dong meningkat pesat, dari sekitar 10.000 usaha pada tahun 2013 menjadi hampir 19.200 pada 2024. Angka tenaga kerja pun meningkat secara signifikan, dari sekitar 70.000 orang menjadi lebih dari 124.900 orang pada periode yang sama. Kehadiran perusahaan besar—seperti SM Entertainment, Cube Entertainment, Musinsa, dan Gentle Monster—menambah kekuatan ekosistem kreatif dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas.

Kemudahan akses juga menjadi faktor kunci. Stasiun Seongsu di Jalur 2 Seoul Subway menghubungkan kawasan ini ke pusat kota, sementara Stasiun Ttukseom dan Seoul Forest Station (Jalur Suin-Bundang) memudahkan pengunjung mencapai ruang terbuka hijau di tepi Sungai Han. Pada 2022, Seongsu-dong menjadi salah satu daerah di Seoul yang paling sering ditandai di Instagram, dan pada 2024 tercatat sekitar 3 juta wisatawan asing datang untuk merasakan suasana autentik yang memadukan arsitektur industri dan kreativitas modern.
Secara demografis, meskipun jumlah bisnis mengalami peningkatan, populasi penduduk justru menurun. Seongsu 1-ga 1-dong misalnya, jumlah penduduknya turun dari 19.787 orang pada tahun 2005 menjadi 16.186 orang pada 2020. Fenomena ini menunjukkan pergeseran Seongsu-dong menjadi kawasan komersial dan destinasi wisata, alih-alih komunitas pemukiman padat.
Destinasi Unggulan dan Panduan Praktis
Seongsu-dong tidak hanya kaya akan bangunan bersejarah dan kafe estetik saja, tetapi juga menawarkan ragam destinasi menarik. Berikut ini adalah beberapa destinasi utama beserta panduan praktis mengenai kawasan ini:
Seoul Forest
Seoul Forest adalah taman kota seluas 1,16 km² yang didirikan pada 2005 di atas bekas lahan perburuan kerajaan. Taman ini terbagi menjadi lima zona, yaitu Culture and Arts Park yang dipenuhi bunga tulip yang mekar tiap musim semi serta pohon ceri, Eco Forest yang menjadi tempat observasi rusa dan elk di dekat Sungai Han, juga area Learning Center dan Wildflower Garden yang menampilkan beragam flora.

Bagi keluarga atau pelancong yang hanya ingin bersantai, ada kawasan rumput luas di tepi danau kecil, lengkap dengan bangku untuk menikmati kudapan dari kafe terdekat. Untuk menuju ke sana, pengunjung dapat naik kereta jalur Suin-Bundang hingga tiba di Stasiun Seoul Forest, keluar pintu 3 atau 5, lalu berjalan kaki selama sekitar 10 menit. Tidak ada biaya masuk, tetapi beberapa wahana (seperti House of Butterflies) memungut tarif terpisah.
Kawasan Belanja Unik
Di ujung utara Seongsu-dong, berdiri Common Ground, pusat perbelanjaan yang dibangun dari kontainer pengiriman berwarna cerah ysng dibuka sejak tahun 2015. Di dalamnya terdapat berbagai outlet fesyen, food truck, panggung pertunjukan, dan area pop-up store. Sementara itu, butik-butik spesialis seperti Matin Kim Seongsu Special Store (busana streetwear), Monami Store (alat tulis dan pernak-pernik) serta POINT of VIEW SEOUL (barang lifestyle) turut menawarkan pengalaman belanja yang berbeda dari mal pada umumnya.
Ruang Budaya dan Galeri Seni
Seongsu-dong juga menjadi panggung seni kontemporer. Daelim Changgo Gallery, yang menempati gudang tua, menyajikan pameran karya seniman lokal dan internasional. Setiap malam Jumat pertama dalam bulan tertentu, galeri ini menggelar acara pembukaan pameran yang bisa menjadi kesempatan untuk berjejaring.

Di sisi lain, Seongsu Yeonbang memadukan toko permen karamel buatan tangan, lifestyle store, toko perhiasan, hingga restoran dalam bekas pabrik yang direnovasi. Bagi para penggemar K-pop, tempat ini juga terkenal karena pernah menjadi lokasi perayaan ulang tahun salah satu anggota BTS. Sementara itu, LCDC Seoul menghadirkan suasana unik dengan fasad beton berlapis tangga melingkar, yang di dalamnya ada beragam toko, kafe, serta bar di atap yang menawarkan pemandangan kota.
Tips Praktis Berkunjung
Untuk menuju Seongsu-dong, jalur kereta bawah tanah merupakan sarana paling efektif. Turun di Stasiun Seongsu (Jalur 2) dan gunakan pintu keluar 3 atau 4. Sesampainya di sana, Handmade Shoes Street dan deretan kafe industrial-chic hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki.
Jika ingin mengunjungi Seoul Forest terlebih dahulu, naiklah Jalur Suin-Bundang hingga tiba di Stasiun Seoul Forest, kemudian keluar melalui pintu 3 atau 5, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dan Anda akan menemui gerbang utama taman. Selain itu, beberapa rute bus biru dan hijau juga melintas di sepanjang Seongsu-dong—Anda dapat memeriksa jadwal dan rute terbaru melalui aplikasi transportasi umum Seoul.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah musim semi (Maret–Mei), ketika bunga sakura di Seoul Forest mekar dan memberikan pemandangan yang Instagramable, atau musim gugur (September–November) dengan udara sejuk dan dedaunan yang mulai berubah warna. Jika ingin menghindari keramaian, pilihlah hari Selasa hingga Kamis—kawasan ini cenderung ramai pengunjung pada akhir pekan.
Kawasan Trendi
Seongsu-dong memperlihatkan bagaimana kawasan pasca-industri dapat bertransformasi menjadi pusat kreativitas yang memadukan warisan historis dan inovasi modern. Bangunan bata merah yang awalnya dipenuhi riuh mesin jahit sepatu kini menjadi latar kafe, galeri, butik, dan lainnya. Regulasi pelestarian arsitektur memastikan eksterior bersejarah tetap terjaga, sementara interiornya dapat berfungsi sebagai ruang kreatif yang relevan dengan kebutuhan.
Pertumbuhan jumlah bisnis dan tenaga kerja mencerminkan kesuksesan model regenerasi berbasis kreativitas, didukung dengan akses transportasi yang memadai serta dukungan perusahaan besar yang membuka cabang di kawasan. Bagi wisatawan Indonesia yang ingin merasakan atmosfer autentik di Seoul, Seongsu-dong menawarkan kombinasi antara sejarah industri, kekayaan seni kontemporer, hingga ragam kuliner dengan cara yang unik.