Kim Jong Un bersama dengan Chung Eui-yong. Foto: Blue House (Republic of Korea)

Kim Jong Un merupakan pemimpin dari Korea Utara sejak Desember 2011 sebagai generasi ketiga dinasti Kim. Ia mempertahankan kontrol menyeluruh atas struktur politik, militer, dan sosial negara sambil terus mengembangkan kekuatan nuklirnya.

Kim Jong Un lahir pada 8 Januari, dengan tahun kelahiran yang diperdebatkan antara 1982, 1983, dan 1984. Ia adalah putra bungsu dari Kim Jong Il dan Ko Young-hee. Sang ibu, yang terlahir di Jepang dan merupakan seorang penari di Mansudae Art Troupe, wafat pada 2004, sebelum putranya memegang tampuk kekuasaan. Dinasti Kim bermula dari kakeknya, Kim Il-sung, pemimpin pertama Korea Utara sejak 1948 hingga wafatnya pada 1994. Berbeda dari dua generasi sebelumnya yang lahir di wilayah Soviet pada masa Perang Dunia II, Kim Jong Un merupakan pemimpin tertinggi pertama yang lahir di Korea Utara.

Kim Jong Un menempuh pendidikannya dengan tingkat kerahasiaan tinggi. Ia dilaporkan pernah bersekolah di Swiss menggunakan identitas samaran. Sebagian analis sempat mengira bahwa paparan terhadap lingkungan Barat akan memengaruhi gaya kepemimpinannya. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa unsur tersebut tidak mengubah pendekatan kekuasaan yang dijalankan oleh Kim.

Liebefeld-Steinhölzli, Swiss. Kim Jong Un diperkirakan menempuh pendidikannya di sekolah ini. Foto: Sandstein (Wikipedia)

Pada tahun 2009, ia menikah dengan Ri Sol Ju. Informasi mengenai pernikahan dan kehidupan keluarga mereka sangat minim. Pasangan ini memiliki setidaknya tiga orang anak, termasuk seorang putri bernama Ju Ae yang beberapa kali tampil di acara militer dan parade. Kemunculan publik Ju Ae memberikan sinyal kemungkinan penataan suksesi masa depan, sekaligus menyimpang dari kebiasaan lama Korea Utara yang jarang menampilkan anggota keluarga sang pemimpin.

Dinamika internal keluarga Kim ditandai dengan penghilangan pesaing potensial. Peristiwa paling menonjol adalah pembunuhan kakak tiri Kim Jong Un, yang bernama Kim Jong-nam, di Malaysia pada Februari 2017 menggunakan racun saraf VX. Jong-nam sebelumnya sempat mengkritik pewarisan kekuasaan pada 2010. Selain itu, pembersihan juga menyasar lingkar terdalam pemerintah, termasuk eksekusi paman sekaligus mentor, Jang Song-thaek, pada 2013. Langkah-langkah ini menegaskan bahwa loyalitas politik ditempatkan di atas ikatan darah dalam arsitektur dinasti.

Percepatan kenaikan Kim Jong Un berlangsung pada 2010. Pada 27 September, ia dipromosikan menjadi daejang atau jenderal bintang empat meskipun tidak memiliki rekam jejak militer. Sehari kemudian, pada 28 September 2010, ia ditetapkan sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat dan Komite Pusat Partai Pekerja. Ini menandai pengakuan resmi media negara atas namanya dan statusnya sebagai pewaris. Sebelumnya, pada April 2009, ia telah masuk dalam Komisi Pertahanan Nasional.

Kim Jong Il. Foto: Kremlin.ru (Wikipedia)

Sepanjang 2010 hingga 2011, ia mendampingi Kim Jong Il dalam kunjungan inspeksi dan kegiatan kenegaraan, pola yang lazim bagi calon pemimpin. Pada periode ini, penataan internal dilakukan untuk menutup celah perlawanan. Setelah Kim Jong Il wafat pada 17 Desember 2011, masa transisi berlangsung dengan cepat. Kim Jong Un hadir dalam prosesi pemakaman 28 Desember. Pada 30 Desember 2011, Politbiro menetapkannya sebagai Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea. Media negara menyebutnya sebagai “Penerus Agung”, sementara pejabat tinggi negara menegaskan bahwa ia mewarisi ideologi, karakter, dan kepemimpinan Kim Jong Il.

Konsolidasi formal berlanjut pada 2012. Konferensi Partai keempat pada 11 April 2012 mengangkatnya sebagai Sekretaris Pertama Partai Pekerja, seraya menobatkan mendiang Kim Jong Il sebagai Sekretaris Jenderal Abadi. Pada 18 Juli 2012, Kim Jong Un meraih pangkat marsekal. Di saat yang sama, terjadi perombakan kepemimpinan militer, termasuk pencopotan kepala staf angkatan darat, Ri Yong Ho. Rangkaian langkah ini memantapkan kendalinya atas struktur partai dan militer hanya dalam hitungan bulan.

Arah pemerintahan Kim Jong Un dipadatkan dalam kebijakan byungjin yang diadopsi pada 2013. Kerangka ini mendorong pengembangan ekonomi dan pertahanan nuklir secara bersamaan. Tidak seperti politik songun atau “militer-pertama” yang menempatkan prioritas pada angkatan bersenjata, byungjin menempatkan ketahanan strategis nuklir dan pembangunan ekonomi sebagai dua sumbu yang saling menopang. Di sisi ekonomi, salah satu contoh terbaru adalah kebijakan pengembangan lokal “20×10” untuk membangun pabrik modern di 20 daerah dalam waktu 10 tahun dengan tujuan memperkecil kesenjangan kota-desa dan meningkatkan pasokan kebutuhan pokok.

Dalam bidang kelembagaan, Majelis Tertinggi Rakyat pada Juni 2016 membentuk Komisi Urusan Negara dan menempatkan Kim Jong Un sebagai ketuanya. Komisi ini menggantikan Komisi Pertahanan Nasional sebagai lembaga negara paling berkuasa. Perubahan ini memperluas sekaligus memusatkan kewenangan pemimpin, melampaui konstruksi lama yang secara teoretis membagi fungsi antara perdana menteri dan ketua parlemen.

Warga Pyongyang menonton Km Jong Un, 2015. Foto: Uwe Brodrecht (Flickr)

Kontrol politik tidak hanya berjalan melalui perubahan struktur saja, tetapi juga melalui pembersihan pejabat. Hingga pertengahan 2015, lembaga intelijen Korea Selatan melaporkan adanya puluhan tindakan eksekusi terhadap pejabat sejak awal pemerintahan Kim Jong Un, termasuk eksekusi Jang Song-thaek pada 2013 dengan dakwaan pengkhianatan. Pembersihan ini memperlihatkan penggunaan instrumen koersif untuk menjaga stabilitas elite pemerintah dan mencegah fragmentasi kekuasaan.

Program nuklir dilembagakan melalui sejumlah langkah. Angkatan Roket Strategis dibentuk sebagai matra terpisah. Konstitusi direvisi pada 2012 untuk menyatakan Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir. Media negara secara rutin menampilkan keterlibatan Kim Jong Un dalam uji coba rudal dan nuklir, menonjolkan komando langsung atas kekuatan strategis. Pada akhir 2017, setelah uji ICBM Hwasong-15 dan uji nuklir keenam, ia menyatakan penyelesaian kekuatan nuklir negara, meskipun pengembangan sistem tambahan masih berlanjut.

Dari sisi komunikasi politik, ia menghidupkan kembali pidato Tahun Baru yang dulu menjadi gaya kepemimpinan Kim Il-sung dan sempat ditinggalkan oleh Kim Jong Il. Tradisi ini dipakai untuk menegaskan kesinambungan dengan pendiri negara sekaligus membentuk identitas politiknya sendiri.

Kepemimpinan Kim Jong Un ditandai oleh suksesi dinasti yang cepat, konsolidasi kekuasaan melalui rekayasa kelembagaan dan pembersihan elite, serta kebijakan byungjin yang menyatukan pembangunan ekonomi dengan penguatan nuklir. Perubahan struktur negara, pemusatan otoritas, dan penataan pesan publik menjadi perangkat utama dalam mempertahankan kendali negara.

By saungkorea

Tempat belajar dan berkumpul para pecinta Korea. Di sini kamu bisa belajar bahasa, mengikuti berita terkini, dan menambah pengetahuan tentang Korea.