
Rason merupakan sebuah kota khusus yang terletak di ujung timur laut Korea Utara. Kota ini berbatasan langsung dengan Tiongkok dan Rusia, menjadikan posisinya sangat strategis. Kawasan ini dikenal sebagai pelabuhan yang tidak pernah membeku sepanjang tahun dan menjadi wilayah eksperimen ekonomi yang berbeda dari wilayah lainnya di Korea Utara.
Geografi dan Lokasi
Rason mencakup wilayah seluas 746 kilometer persegi dan berada di tepi Sungai Tumen. Letaknya yang berbatasan di antara tiga negara memberikannya nilai strategis, terutama karena pelabuhan Rajin menjadi akses penting bagi perdagangan maritim Tiongkok dan Rusia. Keunggulan Rajin sebagai pelabuhan bebas es menjadi aspek utama yang membentuk identitas ekonominya.
Sejarah Pembentukan dan Perkembangan
Kawasan ini awalnya dibentuk sebagai Rajin Sonbong Economic Special Zone pada tahun 1991 dan secara resmi ditetapkan sebagai kota pada 1993. Pemerintah Korea Utara menjadikannya sebagai laboratorium kebijakan pasar dalam ruang yang terkontrol.

Sejak 2010, statusnya diubah menjadi kota khusus sehingga Rason memiliki kewenangan lebih luas dalam menarik dan mengelola investasi asing. Berbagai revisi regulasi dilakukan pada tahun 2010 dan 2012, disertai dengan pembentukan komite bersama Tiongkok dan Korea Utara untuk pengelolaan kawasan.
Ekonomi Rason
Rason menampilkan mekanisme ekonomi yang lebih terbuka dibandingkan dengan wilayah lainnya di Korea Utara. Aktivitas pasar berlangsung lebih bebas dan mata uang asing seperti yuan Tiongkok dan dolar Amerika digunakan secara luas. Pengunjung juga dapat memperoleh won Korea Utara melalui Golden Triangle Bank, sesuatu yang tidak dapat dilakukan di wilayah lain.
Investasi asing telah hadir di Korea Utara sejak pertengahan 1990-an dan mencakup industri pengolahan hasil laut, hotel, kasino, restoran, serta usaha di sektor pertanian. Selain itu terdapat juga kilang minyak Rajin, salah satu kilang terbesar di negara tersebut.
Infrastruktur
Aktivitas pelabuhan di Rason berjalan melalui tiga pelabuhan utama, yaitu Rajin, Sonbong, dan Chongjin. Kota ini memiliki jalur kereta yang terhubung ke Rusia melalui jaringan Trans-Siberia dan terhubung ke Pyongyang melalui Jalur Pyongra. Pembangunan jalan oleh Tiongkok dan renovasi rel oleh Rusia memperkuat akses ke wilayah tersebut. Selain itu, kawasan ini juga dilaporkan memiliki pagar listrik sepanjang 56 kilometer di sekelilingnya.
Pariwisata dan Akses
Rason membuka diri untuk kunjungan wisata dengan ketentuan yang berbeda dari wilayah lainnya. Untuk berkunjung, wisatawan tidak memerlukan visa Korea Utara, melainkan izin masuk Rason. Akses paling umum adalah melalui darat dari Yanji di Tiongkok, sementara penerbangan domestik dari Pyongyang hanya tersedia pada hari tertentu. Rute melalui Rusia memungkinkan perjalanan lanjutan ke Vladivostok.

Kawasan ini memiliki beragam hotel mulai dari tingkat standar hingga kelas atas. Aktivitas wisata meliputi kunjungan ke pasar lokal, tur pelabuhan dan pabrik, berkunjung ke area pantai, pulau Pipha, serta menikmati pertunjukan sekolah. Rason juga menjadi satu-satunya tempat di Korea Utara di mana wisatawan dapat mengunjungi pasar yang berfungsi secara nyata.
Sistem Mata Uang di Rason
Yuan Tiongkok merupakan mata uang yang paling banyak digunakan, disusul oleh dolar Amerika. Mata uang euro jarang diterima di kota tersebut. Di Rason, pengunjung dapat menukar mata uang dan menggunakan won Korea Utara, termasuk melalui kartu debit dari Golden Triangle Bank. Won hanya dapat dibelanjakan di dalam kawasan Rason dan tidak bisa dibawa keluar.
Pasar Rajin menjadi lokasi utama untuk menggunakan won, dan kegiatan tawar-menawar diperbolehkan. Kebijakan ini menjadikan Rason sebagai ruang ekonomi yang berbeda dibandingkan dengan area lain di negara tersebut.
Status Terkini
Setelah penutupan panjang selama pandemi, Rason kembali menerima wisatawan pada Februari 2025. Meskipun produksi industri menurun akibat sanksi internasional sejak 2018, kawasan ini kembali diarahkan menjadi tujuan wisata utama bagi pengunjung asing. Jumlah wisatawan tetap rendah, tetapi statusnya sebagai satu-satunya pintu masuk Korea Utara bagi turis Barat menjadikannya titik perhatian.

Rason menempati posisi unik dalam konteks Korea Utara. Kombinasi antara lokasi strategis, pelabuhan bebas es, dan sistem ekonomi yang lebih fleksibel menjadikannya wilayah dengan dinamikanya tersendiri. Meskipun pengawasannya tetap ketat, keberadaan pasar terbuka, akses mata uang asing, dan peluang investasi menunjukkan arah kebijakan yang berbeda.
Sebagai tujuan wisata, Rason menawarkan gambaran mengenai bagaimana Korea Utara mengelola eksperimen ekonomi dan sosial dalam ruang terbatas. Keterbatasan mobilitas warga lokal dan regulasi ketat bagi wisatawan menegaskan peran wilayah ini sebagai zona khusus dengan fungsi tertentu, baik bagi negara maupun bagi pengunjung yang ingin melihat sisi lain Korea Utara.