Pulau Gapado. Foto: VisitKorea

Jeju memamerkan keunggulan mereka dalam sektor pertanian, pariwisata, dan inisiatif lingkungan dalam satu panggung melalui Gapado Green Barley Festival. Setiap akhir Maret hingga pertengahan Mei, Pulau Gapado berubah menjadi hamparan jelai hijau yang bisa dijelajahi oleh pejalan kaki. Festival ini menekankan budidaya jelai sebagai bagian dari warisan lokal sekaligus menjadi contoh pariwisata berkelanjutan yang terukur.

Pulau Gapado berbentuk menyerupai ikan pari dan relatif landai, sehingga jalur pejalan kaki mudah diakses. Pengunjung dapat menyusuri jalan yang berada di tengah ladang jelai berlatarkan Samudra Pasifik.

Ladang jelai di Pulau Gapado. Foto: VisitKorea

Jelai dipilih menjadi komoditas utama dari pulau ini karena tanaman ini tahan terhadap cuaca berangin dan sinar matahari kuat yang menjadi ciri wilayah pesisir Jeju. Waktu penyelenggaraan festival dipilih saat jelai berada dalam masa pertumbuhan yang paling intens, ketika warna hijau jelai masih dominan dan belum menguning menjelang waktu panen. Pada periode inilah intensitas kunjungan meningkat, terutama dari pegiat fotografi dan pencinta alam.

Aktivitas favorit dari para pengunjung selama festival adalah berjalan kaki menyusuri ladang jelai, memotret lanskap terbuka, dan menikmati pemandangan laut dari pulau. Aktivitas lainnya yang dapat dinikmati meliputi membuat pagoda batu untuk menyematkan harapan, berburu harta karun di titik-titik rute yang telah ditandai, serta pertunjukan budaya luar ruang yang menyoroti tradisi pertanian.

Selain itu, wisatawan juga dapat menjelajahi jalur pendakian Olle yang tersedia di pulau ini. Lintasan Olle di Gapado memiliki panjang sekitar 4,3 kilometer dan membentuk satu putaran pulau yang dapat dituntaskan dalam waktu satu hingga dua jam.

Gapado Green Barley Festival turut menjadi pengantar ke agenda lingkungan yang lebih luas di Jeju. Pada 5 Juni 2025, pulau ini menjadi tuan rumah World Environment Day dengan tema mengakhiri polusi plastik. Kegiatan tersebut dipadukan dengan lokakarya solusi berbasis alam untuk kawasan perkotaan yang diselenggarakan bersama kementerian dan lembaga penelitian Korea. Jeju yang memiliki target untuk meniadakan polusi plastik pada 2040 menempatkan pulau ini sebagai lokasi ideal untuk uji kebijakan lingkungan di tingkat daerah.

Wisatawan dapat mengakses Pulau Gapado melalui Pelabuhan Moseulpo di sisi barat daya Jeju. Pengunjung dapat menuju pelabuhan menggunakan bus, dan salah satu bus yang melayani rute langsung ke pelabuhan adalah bus nomor 755. Di Jeju, sistem pembayaran bus berbasis kode QR dapat membantu wisatawan internasional karena tidak memerlukan setoran kartu transportasi. Mekanisme digital ini menyederhanakan perjalanan berjenjang menuju pelabuhan.

Sesampainya di pelabuhan, pengunjung dapat menuju Gapado dengan feri yang memakan waktu sekitar 20 menit. Kapal umumnya menyeberang setiap dua kali sehari, dengan kemungkinan perubahan jadwal bergantung dengan musim. Informasi terkini dapat dipastikan melalui Korean Travel Hotline di 1330 untuk panggilan domestik atau +82-2-1330 untuk internasional. Tiket pulang-pergi tersedia di loket pelabuhan, dan perencanaan awal disarankan pada musim puncak kunjungan festival.

Pelabuhan Moseulpo. Foto: VisitKorea

Setibanya di Gapado, kebijakan netral karbon diberlakukan. Kendaraan berbahan bakar fosil tidak diizinkan untuk beroperasi di pulau ini. Wisatawan dapat menyewa sepeda di area dermaga untuk mengelilingi pulau. Tersedia pula empat kendaraan listrik bersama untuk kebutuhan warga dan tamu. Kebutuhan energi dipenuhi melalui turbin angin dan panel surya.

Gapado tidak menyediakan akomodasi penginapan karena ukuran pulau yang kecil dan pola kunjungan harian. Wisatawan dapat memilih penginapan di area barat daya Jeju, terutama di sekitar Seogwipo dan Daejeong-eup yang dekat dengan pelabuhan keberangkatan. Pilihan tempat tinggal bervariasi, mulai dari resor tepi laut hingga guesthouse bergaya tradisional. Sejumlah properti menerapkan praktik berkelanjutan, termasuk penggunaan energi terbarukan dan bahan pangan lokal.

Yongmeori Beach. Foto: Korea Tourism Organization

Di kawasan barat daya, layanan concierge sering menyediakan paket kunjungan yang menggabungkan tur ke ladang jelai dengan destinasi sekitar seperti Yongmeori Beach. Penyedia akomodasi menyesuaikan kebutuhan pengunjung festival dengan sarapan lebih awal, bekal makan siang, serta penyewaan perlengkapan, seperti perlengkapan untuk fotografi dan perlengkapan trekking ringan. Pendekatan ini mengompakkan agenda perjalanan tanpa memperpanjang waktu tempuh.

Gapado Green Barley Festival menghadirkan lanskap padang jelai hijau sebagai pintu masuk bagi wisatawan untuk memahami ekologi Pulau Jeju, budidaya pertanian tahan pesisir, dan kebijakan energi bersih yang dijalankan di tingkat lokal.