Gig economy di Korea Selatan berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2023, sekitar 883 ribu orang terlibat dalam pekerjaan berbasis platform ataupun bekerja lepas, yang setara dengan 8,5 persen dari seluruh angkatan kerja Korea. Variasi pekerjaan yang dilakukan pun beragam, mulai dari pengantar makanan, kurir paket, sopir, hingga layanan profesional lainnya seperti desain, pemasaran, konsultasi, penerjemahan, dan produksi konten digital. Bagi warga negara asing, peluang ini selalu terikat ketat pada jenis visa dan aturan keimigrasian.
Pertumbuhan kerja berbasis platform dipicu oleh meningkatnya penggunaan ponsel, kepadatan perkotaan yang semakin tinggi, serta perubahan perilaku konsumsi. Perusahaan aplikasi memperluas layanan pengantaran makanan dan belanja cepat, sementara pasar jasa profesional berkembang melalui pasar daring yang mempertemukan klien dan pekerja lepas. Angka pekerja lepas berbeda menurut definisi dan sumber data, namun gambaran umumnya seragam, di mana partisipasi meningkat dan semakin beragam di berbagai kategori pekerjaan.
Izin dan Batasan bagi WNA
Aturan keimigrasian Korea Selatan menempatkan legalitas kerja sebagai fungsi dari jenis visa, bukan dari besar kecilnya pendapatan maupun durasi kerja. Berikut ini adalah beberapa jenis visa yang diterbitkan oleh Korea Selatan:
B-1/B-2 (kunjungan/turis): Pemegang visa kunjungan singkat tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas pekerjaan berbayar dalam bentuk apa pun. Menerima order pengantaran, menjadi kurir sementara, ataupun mengambil proyek terjemahan sebagai penerjemah lepas dikategorikan sebagai pekerjaan dan melanggar izin tinggal. Pelanggaran dapat berujung pada deportasi dan memengaruhi proses pengajuan visa di masa depan.
D-2 (mahasiswa): Mahasiswa yang ingin bekerja memerlukan izin paruh waktu yang diajukan ke kantor imigrasi. Persyaratan umumnya mencakup bukti akademik, verifikasi tempat kerja, dan pernyataan bahwa pekerjaan yang diambil tidak akan mengganggu studi. Bentuk kerja berbasis platform terkadang menimbulkan ambiguitas karena hubungan kerja diklasifikasikan sebagai kontraktor independen, sehingga sebagian permohonan pekerjaan tidak disetujui.
H-1 (working holiday): Skema ini memberikan kelonggaran paling luas untuk bekerja, termasuk untuk kegiatan berbasis platform selama terdapat perjanjian antara kedua belah pihak. Pemegang visa H-1 dari negara mitra dapat mengambil pekerjaan musiman, pengantaran, atau jasa kreatif tanpa izin tambahan, selama mematuhi aturan pajak dan durasi tinggal.
F-2/F-6 (tinggal jangka panjang/menikah): Visa ini umumnya memberikan kebebasan bekerja yang serupa dengan warga lokal. Kewajiban administrasi tetap berlaku, termasuk pendaftaran usaha bagi aktivitas mandiri serta kepatuhan pajak ketika penghasilan telah melampaui ambang tertentu.
E-1 s.d. E-7 (profesional/terampil): Hak kerja melekat pada jabatan yang disetujui dalam izin tinggal dari pemegang visa. Guru bahasa pemegang E-2, misalnya, tidak dapat melakukan pekerjaan pengantaran makanan ataupun pekerjaan platform lain di luar dari jabatan yang tercantum. Pekerja terampil E-7 perlu memastikan aktivitas platform selaras dengan kategori pekerjaan yang disahkan. Pelanggaran dapat berdampak pada pembatalan visa.
Penegakan aturan keimigrasian bersifat ketat. Aktivitas pekerjaan berbayar yang tidak sesuai izin tinggal, termasuk kerja platform, dapat memicu prosedur penindakan yang berdampak pada penghentian izin, kewajiban meninggalkan negara, serta hambatan pengajuan visa di masa mendatang. Bagi pemegang visa yang memperbolehkan pemilik untuk bekerja, kepatuhan administratif tetap diperlukan, antara lain pelaporan pajak, pendaftaran usaha untuk aktivitas mandiri, dan kepatuhan terhadap aturan serta standar keselamatan kerja.
Jenis Pekerjaan
Ekosistem gig economy di Korea tidak hanya ditopang oleh jasa pengantaran makanan saja, tetapi juga kurir paket, sopir taksi online, jasa titip kendaraan, hingga pekerjaan mikro berbasis aplikasi. Di sisi layanan profesional, pasar proyek lepas mencakup desain, pengembangan web, pemasaran digital, penerjemahan, penulisan, fotografi, video, dan lainnya. Produksi konten kreatif seperti webtoon dan web novel tumbuh cepat seiring dengan semakin berkembangnya platform besar, meskipun pola kerjanya menuntut jam produksi yang tinggi. Berbagai survei mencatat sebagian kreator melaporkan bahwa mereka memiliki beban kerja tinggi yang berdampak pada kesehatan, sehingga perencanaan waktu dan kontrak kerja menjadi area penting untuk diperhatikan.
Pada sektor pengantaran, beberapa data mencatat pekerja aktif berjumlah sekitar ratusan ribu orang. Satu set data menyebutkan terdapat 423 ribu kurir pada April 2021. Data lain pada 2022 menyebutkan ada 237.188 orang pekerja pada kategori pengantaran makanan. Rata-rata hari kerja bagi pengantar dilaporkan sekitar 25 hari per bulan dengan penghasilan sekitar 3,81 juta won per bulan pada sebagian kelompok, dibandingkan rerata upah nasional sekitar 3,27 juta won untuk seluruh pekerja. Angka ini bergantung pada wilayah, insentif, biaya operasional, dan model pembayaran platform.
Platform dan Pola Penghasilan
Setiap platform dan pekerjaan memiliki pola penghasilannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa rinciannya:
Pengantaran makanan: Platform Baemin menempati pangsa besar pasar pengantaran. Program pendaftaran staf sukarela seperti Baemin Connect berkembang dari sekitar 10 ribu mitra pada 2019 menjadi sekitar 50 ribu orang pada akhir 2021. Estimasi penghasilan tahunan bervariasi, dengan sebagian pekerja penuh waktu dilaporkan menghasilkan sekitar puluhan juta won per tahun. Platform lain seperti Coupang Eats mengoperasikan sistem fleksibel bagi kurir lepas, tetapi dinamika pangsa pasar berubah dari waktu ke waktu. Sedangkan platform Yogiyo memperkenalkan skema perekrutan fleksibel untuk memenuhi jam sibuk. Detail skema pembayaran, insentif, dan biaya kemitraan berbeda di tiap platform dan dapat diperbarui secara berkala.
Jasa profesional: Kmong menjadi salah satu platform pasar lepas terbesar dengan lebih dari 700 kategori layanan, mulai dari desain, TI, pemasaran, hingga penerjemahan. Platform ini melaporkan jutaan anggota kumulatif dan jutaan transaksi terselesaikan, dengan arsitektur layanan yang mencakup layanan standar, kurasi penyedia berperforma tinggi, dan solusi bagi korporat untuk kebutuhan B2B. Kinerja keuangan beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan penurunan kerugian operasi, sejalan dengan meningkatnya transaksi bernilai lebih besar di segmen perusahaan.
Konten digital: Pasar webtoon dan web novel didominasi oleh platform besar yang bekerja sama dengan penyedia konten pihak ketiga. Struktur kemitraan ini menempatkan sebagian kreator berkontrak langsung dengan platform, sementara sebagian lain melalui perusahaan perantara. Sehingga, akses terhadap tarif, jadwal, dan hak cipta bergantung pada jenis kontrak.
Status Hukum Pekerja Platform
Klasifikasi umum pekerja platform sebagai kontraktor independen membuat banyak hak ketenagakerjaan standar tidak otomatis berlaku. Di bawah Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, perlindungan seperti upah minimum, jam kerja, cuti, dan pesangon biasanya melekat pada hubungan pekerja-pemberi kerja. Ketika hubungan tersebut tidak diakui secara hukum, akses terhadap perlindungan menjadi terbatas.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memperluas cakupan asuransi ketenagakerjaan untuk sebagian peran platform dan pekerja lepas, namun cakupan ini masih bersifat selektif serta mensyaratkan ambang penghasilan bulanan tertentu. Tingkat partisipasi pada skema asuransi ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan pekerja bergaji tetap.
Pada sisi keselamatan kerja, laporan survei di kalangan kurir mencatat insiden lalu lintas yang cukup tinggi dalam periode enam bulan, dengan sebagian besar responden mengaitkannya pada target waktu pengantaran dan volume pesanan. Karena status kemitraan, akses terhadap perlindungan kecelakaan kerja dan kompensasi dapat berbeda dari pekerja bergaji tetap. Beberapa inisiatif regulasi seperti usulan sistem kompensasi minimum dalam RUU Jaminan Hak Kerja dibahas untuk menetapkan imbalan yang lebih jelas.
Perkembangan Regulasi Serikat dan Perundingan
Kerangka hubungan industrial untuk pekerja platform mengalami perubahan bertahap. Revisi undang-undang baru yang akan berlaku efektif pada Maret 2026 memperluas pengakuan hak berserikat dan ruang perundingan bagi pekerja yang tidak berada dalam hubungan kerja tradisional. Perubahan ini ditujukan untuk memperjelas posisi pekerja platform dalam proses perundingan dan penetapan syarat kerja kolektif. Implementasinya akan menentukan bagaimana pekerja platform dapat menyalurkan aspirasi terkait tarif, keselamatan, dan standar kontrak.
Gig economy di Korea Selatan menawarkan spektrum aktivitas yang luas mulai dari pengantaran, logistik, jasa profesional, dan konten digital. Bagi warga negara asing, seluruh peluang tersebut bergantung pada kecocokan dengan izin tinggal. Ketaatan pada kategori visa, pendaftaran administrasi, dan kewajiban pajak menjadi prasyarat dasar sebelum mempertimbangkan potensi penghasilan.