Korea Selatan menjalankan sistem jaminan kesehatan universal melalui program National Health Insurance Service (NHIS). Skemanya bersifat wajib dan mencakup hampir seluruh warga negara, sementara kelompok berpendapatan sangat rendah yang tidak mampu membayar iuran masuk dalam skema bantuan terpisah, yaitu Medical Aid. Dalam praktik layanannya, NHIS berfungsi sebagai pembayar utama yang menanggung sebagian besar biaya medis, sementara pasien tetap menanggung sebagian biaya tertentu melalui iuran dan layanan lainnya yang tidak ditanggung.
Sejarah Singkat dan Struktur Kelembagaan
Perluasan layanan asuransi kesehatan di Korea Selatan berlangsung bertahap sejak tahun 1977, dimulai dari diwajibkannya kepemilikan asuransi bagi pekerja di perusahaan besar, lalu meluas ke aparatur negara dan tenaga pendidik, kemudian mencakup kelompok wiraswasta dan penduduk lainnya hingga mencapai cakupan nasional pada 1989. Tahap berikutnya adalah konsolidasi dana yang sebelumnya terfragmentasi menjadi sistem pembayar tunggal pada awal tahun 2000-an, sehingga standar manfaat dan administrasi menjadi lebih seragam.
Peran utama lembaga layanan NHIS umumnya terbagi menjadi tiga, yaitu perumus kebijakan, penyelenggara asuransi, dan lembaga peninjau klaim. Kementerian Kesehatan menetapkan arah kebijakan, sedangkan NHIS mengelola administrasi keanggotaan, mengumpulkan iuran, dan membayar klaim ke fasilitas kesehatan. Review klaim dan evaluasi layanan dijalankan oleh lembaga penilai yang memeriksa kewajaran klaim, standar tindakan, serta aspek mutu layanan.
Penerima dan Manfaat bagi Peserta
Keanggotaan NHIS mencakup mayoritas penduduk, sementara sebagian kecil warga menerima bantuan melalui Medical Aid. Kepesertaan pada dasarnya wajib, termasuk bagi banyak penduduk asing yang memenuhi syarat tinggal.
Manfaat NHIS bersifat standar untuk semua peserta, tetapi besaran biaya iuran berbeda menurut jenis layanan dan level fasilitas. Rawat inap umumnya ditanggung dengan biaya lebih besar dibandingkan dengan rawat jalan. Obat resep ditanggung melalui sistem farmasi terafiliasi.
Program skrining kesehatan berkala dan beberapa imunisasi lainnya juga masuk dalam cakupan NHIS, meskipun detailnya mengikuti kriteria usia dan kebijakan berjalan. Layanan perawatan gigi dan penglihatan cenderung parsial, dengan cakupan lebih kuat pada tindakan dasar dibandingkan dengan layanan yang bersifat kosmetik ataupun pemberian alat bantu seperti kacamata.
Di titik ini, muncul karakter penting dari sistem jaminan kesehatan universal di Korea Selatan, di mana cakupan anggota bersifat luas, namun proteksi finansial tidak selalu sekuat negara OECD lainnya yang menekan pengeluaran pribadi pasien hingga sangat rendah. Pasien di Korea tetap harus menghadapi biaya dari co-payment dan layanan yang berada di luar manfaat NHIS.
Asal Pendanaan NHIS
Pendanaan NHIS bertumpu pada iuran wajib, subsidi pemerintah, serta sumber tambahan seperti pungutan tembakau. Untuk pekerja formal yang masuk dalam kategori “employee insured”, iuran dihitung sebagai persentase dari upah dan dibagi antara pekerja dan pemberi kerja. Umumnya besaran yang digunakan adalah sekitar 7,09 persen dari upah, dengan pembagian setengah-setengah antara perusahaan dan pekerja.
Di sisi lain, peserta “regional insured” yang mencakup pekerja wiraswasta, pensiunan tertentu, penganggur yang tidak menjadi tanggungan, dan banyak pekerja nonformal membayar iuran berdasarkan kombinasi variabel. Penilaian ini biasanya mempertimbangkan pendapatan, aset properti, serta kepemilikan kendaraan dari peserta. Akibatnya, beban iuran dapat tetap tinggi meskipun pendapatan bulanan sedang menurun, terutama ketika rumah tangga memiliki aset atau kendaraan kerja.
Tantangan Struktural
Korea Selatan mengalami transisi demografi yang cepat menuju masyarakat berusia lanjut. Proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas meningkat tajam dalam jangka dua dekade terakhir, dan laju ini terus menekan pembiayaan kesehatan karena konsumsi layanan medis cenderung lebih tinggi pada kelompok usia lanjut.
Data yang sering dikutip dalam diskusi kebijakan menunjukkan bahwa belanja kesehatan untuk lansia naik pesat dalam beberapa tahun terakhir dan menyerap porsi besar dari total belanja NHIS. Dalam proyeksi fiskal, cadangan dana yang sebelumnya menjadi bantalan berisiko menyusut lebih cepat jika tren belanja dan struktur demografi tidak diimbangi dengan penyesuaian iuran, perluasan basis pembayar, ataupun perubahan desain manfaat serta tata laksana layanan.
Dua Jalur Utama Kepesertaan
Untuk memahami cakupan bagi penganggur, ibu rumah tangga, dan pekerja gig, kuncinya terletak pada dua kategori kepesertaan. Kategori pertama adalah peserta pekerja, yaitu mereka yang terdaftar melalui perusahaan. Iuran ditarik lewat pemotongan gaji dan ada kontribusi dari pihak perusahaan.
Kategori kedua adalah peserta regional, yaitu mereka yang tidak terdaftar melalui perusahaan. Iuran dibayar langsung oleh rumah tangga berdasarkan pendapatan dan aset. Perbedaan ini bukan terletak pada manfaat layanan, karena paket manfaat NHIS pada prinsipnya sama untuk semua peserta. Perbedaannya berada pada cara penghitungan iuran dan siapa yang menanggungnya.
Ibu Rumah Tangga dan Penganggur
Ibu rumah tangga dan penganggur dapat memperoleh cakupan NHIS tanpa membayar iuran terpisah bila tercatat sebagai tanggungan dari anggota keluarga yang bekerja dan terdaftar sebagai peserta pekerja. Dalam skema ini, iuran yang dibayarkan melalui gaji anggota keluarga tersebut akan menutup tanggungan anggota keluarga yang memenuhi syarat sebagai penerima jaminan.
Syarat tanggungan umumnya terkait dengan batas pendapatan, nilai aset, dan hubungan keluarga. Ketika pendapatan atau aset melewati ambang tertentu, status tanggungan dapat gugur dan individu harus masuk sebagai peserta regional insured. Dalam kondisi ini, iuran menjadi kewajiban rumah tangga dan dihitung memakai komponen pendapatan serta aset.
Jika dalam satu rumah tangga tidak ada anggota yang terdaftar sebagai peserta pekerja, misalnya pasangan sama-sama tidak bekerja atau bekerja informal, maka rumah tangga biasanya masuk dalam kategori regional insured dan membayar satu iuran yang mencakup anggota keluarga yang memenuhi ketentuan sebagai tanggungan di bawah peserta regional tersebut.
Opsi saat Baru Kehilangan Pekerjaan
Bagi orang yang baru kehilangan pekerjaan, terdapat opsi kelanjutan sukarela untuk tetap membayar iuran dengan pola yang mendekati masa ketika masih menjadi peserta pekerja, biasanya untuk periode tertentu dan dengan tenggat pengajuan. Opsi ini sering dipakai ketika perhitungan jalur regional insured berpotensi lebih mahal karena adanya aset rumah tangga, misalnya deposito sewa jeonse yang besar atau kepemilikan kendaraan.
Secara praktis, keputusan memilih kelanjutan sukarela atau langsung menjadi regional insured bergantung pada kepemilikan serta jenis aset dan pendapatan rumah tangga, bukan hanya pada status bekerja atau tidak bekerja.
Lansia: Tiga Jalur, Satu Paket Manfaat
Anggota keluarga lansia dapat tercakup sebagai tanggungan bagi anggota keluarga lain yang bekerja bila memenuhi syarat pendapatan dan aset. Mereka juga dapat menjadi anggota regional insured jika masih memiliki pendapatan pensiun atau mempunyai aset yang mendorong perhitungan iuran. Kelompok dengan kondisi ekonomi paling rentan masuk dalam Medical Aid.
Di luar keanggotaan NHIS reguler, Korea Selatan juga menjalankan asuransi perawatan jangka panjang yang terhubung administrasinya dengan NHIS. Asuransi ini menyasar kebutuhan bantuan aktivitas harian dan layanan perawatan untuk lansia dan sebagian kelompok disabilitas, dengan mekanisme penilaian berdasarkan tingkat kebutuhan dan iur biaya tertentu dari penerima manfaat.
Pekerja Gig Nonformal
Pekerja gig seperti kurir aplikasi, pengemudi layanan, dan jenis “special employment” lainnya berada dalam zona yang sering disebut abu-abu dari segi institusional. Mereka kerap diperlakukan sebagai kontraktor independen, bukan pekerja formal, sehingga tidak memperoleh kontribusi pemberi kerja untuk iuran kesehatan dan pensiun. Untuk NHIS, banyak dari mereka masuk dalam kategori regional insured dan membayar iuran penuh sendiri.
Dampak utamanya ada pada dua hal. Pertama, pekerja gig menanggung iuran kesehatan tanpa porsi kontribusi perusahaan, sementara pekerja formal membagi beban biaya dengan pemberi kerja. Kedua, iuran regional insured tidak hanya mengikuti pendapatan berjalan, karena aset dan kendaraan ikut memengaruhi penghitungan iuran. Pada pekerjaan gig, kendaraan sering menjadi alat kerja. Ini membuat beban iuran cenderung tidak fleksibel ketika pendapatan bulanan tidak stabil.
Dalam pembahasan yang lebih luas, persoalan pekerja gig juga terkait dengan keanggotaan asuransi sosial lainnya seperti asuransi pensiun, asuransi ketenagakerjaan, dan perlindungan kecelakaan kerja lainnya. Ada perluasan bertahap dalam asuransi perlindungan kecelakaan kerja untuk kategori pekerjaan tertentu dan mekanisme pembagian premi dengan platform atau perantara, tetapi cakupan dan pemanfaatannya tidak selalu mengikuti laju pertumbuhan ekonomi gig.
Reformasi dan Respons Kebijakan
Beberapa respons kebijakan yang sering muncul mencakup peningkatan dukungan iuran untuk peserta berpendapatan rendah, penyesuaian kelayakan, dan pembaruan desain perlindungan sosial bagi pekerja platform. Ada pula pembahasan tentang reformasi yang menggeser basis keanggotaan dari durasi jam kerja menjadi basis pendapatan agar lebih cocok dengan pola kerja gig.
Di sisi lain, terdapat perdebatan struktural tentang apakah pekerja platform perlu diklasifikasikan ulang sebagai pekerja formal, atau dibuat kategori hibrida yang mewajibkan kontribusi platform untuk unsur tertentu seperti asuransi pensiun dan perlindungan kerja, tanpa mengubah seluruh status hubungan kerja. Setiap opsi membawa implikasi biaya, fleksibilitas pasar kerja, dan desain administrasi.
NHIS Korea Selatan menunjukkan dua ciri yang berjalan bersamaan, yaitu cakupan peserta yang luas dan sistem pembayar yang terpusat, tetapi dengan beban biaya yang masih terasa di tingkat rumah tangga melalui co-payment dan layanan di luar manfaat.
Dalam pembagian beban iuran, garis pemisah yang paling menentukan bukan manfaat layanan, melainkan kategori kepesertaan. Pekerja formal berbagi iuran dengan perusahaan, sedangkan banyak penganggur yang tidak memenuhi syarat tanggungan, lansia dengan aset atau pendapatan pensiun, serta pekerja gig nonformal tetap membayar sebagai anggota regional insured dengan rumus yang juga memerhitungkan aset.
Tekanan terbesar datang dari penuaan penduduk dan perubahan struktur kerja. Ketika jumlah lansia meningkat dan pekerjaan nonformal tumbuh, desain iuran berbasis aset dan klasifikasi hubungan kerja menjadi semakin penting dalam pertimbangan kebijakan. Arah kebijakan berikutnya akan banyak ditentukan oleh bagaimana Korea Selatan akan menyeimbangkan keberlanjutan pendanaan, akses layanan, dan pembagian beban iuran antara setiap pihak yang terlibat.