Naganeupseong. Foto: Korea Tourism Organization

Korea Selatan memiliki sejumlah desa tradisional yang mempertahankan rumah dan tata ruang dari masa lalu. Namun, Naganeupseong Walled Town atau Suncheon Naganeupseong (순천 낙안읍성) memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan desa lainnya. Hal ini dikarenakan kawasan Naganeupseong merupakan sebuah permukiman yang berada di dalam tembok pertahanan.

Naganeupseong terletak di Nagan-myeon, Suncheon, wilayah Jeollanam-do. Di balik tembok batunya terdapat rumah beratapkan jerami, bekas fasilitas pemerintahan, serta ruang yang dahulu digunakan oleh masyarakat setempat untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Bahkan, sebagian rumah tersebut masih dihuni hingga saat ini.

Karenanya, Naganeupseong dapat memberikan gambaran mengenai sebuah eupseong, atau bentuk kota berbenteng yang pernah menjadi bagian dari sistem pemerintahan daerah Korea.

Kata eupseong (읍성) dapat dipahami sebagai kota atau pusat administratif lokal yang dikelilingi oleh tembok. Di dalam eupseong terdapat kantor pemerintahan serta fasilitas yang berhubungan dengan administrasi daerah. Pada saat yang sama, masyarakat tinggal dan melakukan berbagai aktivitas di dalam kawasan tersebut. Dengan demikian, selain memiliki fungsi militer, eupseong juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan kehidupan penduduknya.

Sejarah kawasan Nagan telah berlangsung jauh sebelum Dinasti Joseon berdiri. Namun, bentuk Naganeupseong yang dikenal pada hari ini memiliki kaitan yang erat dengan perkembangan sistem pertahanan dan administrasi pada masa Joseon.

Rumah di kawasan Naganeupseong. Foto: Korea Tourism Organization

Eupseong dibangun untuk melindungi pusat pemerintahan dan masyarakat yang tinggal di dalamnya. Berbeda dengan benteng gunung atau sanseong yang umumnya memanfaatkan daerah pegunungan sebagai pertahanan, eupseong dibangun mengelilingi pusat permukiman dan pemerintahan setempat.

Naganeupseong kemudian berkembang menjadi kawasan yang menggabungkan fungsi pemerintahan, pertahanan, dan permukiman. Struktur semacam ini pernah ditemukan di berbagai wilayah di Korea. Namun, perkembangan kota modern menyebabkan banyak eupseong mengalami perubahan ataupun kehilangan sebagian struktur aslinya.

Naganeupseong menjadi salah satu contoh kawasan yang masih mempertahankan hubungan antara tembok benteng dan permukiman di dalamnya. Kawasan yang berada di dalam tembok ini memiliki luas sekitar 59.504 meter persegi. Tembok batunya membentang sekitar 1.410 meter dengan tinggi sekitar empat meter.

Tembok kota menjadi batas yang paling mudah dikenali dari Naganeupseong. Tembok tersebut dibangun menggunakan batu yang mengelilingi sekaligus membagi permukiman menjadi tiga bagian, yaitu sisi timur, selatan, dan barat.

Tembok benteng. Foto: Korea Tourism Organization

Dari bagian atas tembok, susunan kawasan di dalam Naganeupseong dapat terlihat lebih jelas. Rumah-rumah berdiri berkelompok dengan jalan yang menghubungkan satu bagian permukiman dengan bagian lainnya. Pegunungan dan lahan di sekitar Nagan menjadi latar dari kawasan tersebut. Di dalam benteng juga terdapat bangunan dan fasilitas yang mendukung pemerintahan lokal pada masa Joseon.

Salah satu unsur yang mendominasi Naganeupseong adalah rumah beratap jerami atau chogajip (초가집). Sumber resmi mencatat terdapat lebih dari 200 rumah beratap jerami di kawasan tersebut.

Rumah seperti chogajip dapat menjadi cerminan dari kebiasaan masyarakat biasa pada masa lalu. Jerami yang berasal dari hasil pertanian digunakan sebagai bahan atap dan perlu diganti secara berkala. Karena itu, mempertahankan chogajip bukan hanya berkaitan dengan mempertahankan bentuk bangunan, tetapi juga pengetahuan mengenai cara merawatnya.

Rumah tradisional beratapkan jerami. Foto: Korea Tourism Organization

Keberadaan rumah beratap jerami juga memperlihatkan sisi lain arsitektur tradisional Korea. Rumah hanok beratapkan genteng seringkali menjadi sorotan utama dalam topik rumah tradisional Korea. Padahal, rumah hanok memiliki jenis atap dan bentuk rumah yang bervariasi, tergantung pada kondisi ekonomi, lingkungan tempat tinggal, serta posisi sosial penghuninya. Di Naganeupseong, rumah beratap jerami dalam jumlah besar membantu menunjukkan bentuk permukiman masyarakat lokal yang berbeda dari kompleks istana atau kediaman kelompok elit.

Next Page→