
Festival tahunan ‘Good Morning! Yangrim’ kembali digelar di distrik Yangrim, Gwangju, mulai dari tanggal 18 hingga 26 Oktober 2024. Dengan tema “Musim Gugur Menciptakan Permata di Hatiku,” festival ini menawarkan berbagai pameran, pertunjukan, dan program interaktif lainnya di berbagai lokasi, termasuk Yangrim Ogeori dan Penguin Village Craft Street.
Sejarah dan Perkembangan Festival
Pertama kali diadakan pada 29 Oktober 2011, festival ini telah menjadi agenda tahunan yang bertujuan untuk mengangkat nilai budaya dan sejarah Yangrim. Distrik ini memiliki warisan budaya modern yang telah berkembang selama lebih dari satu abad, serta menjadi tempat tinggal tokoh-tokoh penting dalam sejarah Korea. Seiring berjalannya waktu, festival ini semakin berkembang dengan menampilkan berbagai konten budaya yang menghubungkan nilai-nilai sejarah dengan konsep humaniora.
Pada perayaan ke-10 di tahun 2021, festival ini mengusung tema “Jika Aku Mencintai, Maka Itu Adalah Yangrim,” berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember. Berbagai acara seni dan budaya digelar di beberapa lokasi utama, seperti Yangrim Art Museum dan Penguin Village. Festival ini mendapat pengakuan dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea sebagai festival budaya yang berkontribusi terhadap penguatan identitas budaya Gwangju.
Diselenggarakan oleh Pemerintah Distrik Nam-gu Gwangju dan didukung oleh Nam-gu Cultural Center, acara ini melibatkan banyak pihak, termasuk dari komunitas lokal. Kolaborasi ini membantu memastikan keberlangsungan festival ini serta mendukung perkembangan budaya di wilayah tersebut.
Mengenal Tokoh-Tokoh Bersejarah dari Yangrim
Sebagai pusat budaya modern di Gwangju, Yangrim telah menjadi rumah bagi banyak tokoh berpengaruh. Buku yang diterbitkan oleh Yangrim Missionary Hills baru-baru ini memperkenalkan beberapa tokoh penting, termasuk misionaris Eugene Bell, pendeta Choi Heung-jong, aktivis Kim Maria, komposer Jeong Yul-seong, penginjil Yun Hyeong-sook, serta penyair Kim Hyun-seung. Banyak di antara mereka memiliki keterkaitan dengan lembaga pendidikan dan keagamaan seperti Yangrim Church, Soongil School, Supia Girls’ School, dan Gwangju Christian Hospital.
Pemerintah setempat bersama komunitas Yangrim awalnya mendokumentasikan 85 tokoh bersejarah, yang kemudian diperluas menjadi 100 tokoh untuk memberikan gambaran lebih luas mengenai kontribusi mereka dalam sejarah Korea.
Pengalaman Seni di Penguin Village
Salah satu daya tarik utama dari festival ini adalah pengalaman seni di Penguin Village. Program seni daur ulang atau junk art memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menciptakan karya seni menggunakan barang-barang bekas seperti kaleng dan tutup botol. Program yang dijalankan di bengkel yang dikelola oleh kepala desa Kim Dong-gyun ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan kreativitas.
Sejak April 2024, program ini kembali dibuka kepada para pengunjung yang ingin memahami nilai seni dari barang yang telah terbuang. Selain membuat karya sendiri, pengunjung juga dapat melihat koleksi seni daur ulang yang telah dibuat sebelumnya.
Pameran Kerajinan Tangan oleh Seniman Wanita Gwangju
Festival ini juga menjadi ajang bagi para seniman wanita di Gwangju untuk menampilkan karya mereka dalam pameran seni keramik tahunan. Pameran ke-16 diadakan di DS Gallery, Street of Arts, dari tanggal 21 hingga 27 April 2024. Dalam pameran ini, pengunjung dapat menikmati berbagai karya yang menggabungkan elemen tradisional dan modern, dengan tema yang menggambarkan suasana musim semi.
Acara ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi seni keramik saja, tetapi juga menjadi wadah bagi seniman wanita untuk berbagi gagasan dan memperkenalkan kreativitas mereka kepada masyarakat luas. Pameran ini telah menjadi bagian penting dalam upaya memperkaya dunia seni di Gwangju.
Akses dan Transportasi ke Yangrim
Untuk mencapai Yangrim dari Seoul, pilihan transportasi yang paling praktis adalah dengan menggunakan KTX Jalur Honam. Perjalanan dari Stasiun Seoul ke Stasiun Gwangju Songjeong memakan waktu sekitar dua jam, dengan jadwal keberangkatan dari pukul 06.21 hingga 19.33. Harga tiket berkisar antara 40.000 hingga 70.000 won.
Setibanya di Stasiun Gwangju Songjeong, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Yangrim menggunakan taksi dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Alternatif lainnya adalah menggunakan bus nomor 19 atau 39, dengan waktu perjalanan sekitar 40 menit, atau naik jalur 1 kereta bawah tanah dan turun di Stasiun Namgwangju, kemudian berjalan kaki selama lima menit.
Aplikasi KakaoT juga menyediakan layanan pemesanan transportasi dari Seoul ke Gwangju, termasuk bus antar-kota yang berangkat dari beberapa titik utama seperti Stasiun Jamsil, Balai Kota, Hapjeong, dan Stasiun Yangjae. Sesampainya di Gwangju, layanan bus gratis tersedia untuk mengantar pengunjung ke berbagai lokasi festival, termasuk Gwangju Biennale Exhibition Hall, National Asian Culture Center, dan Yangrim History and Culture Village.
Setelah tiba di Yangrim, wisatawan dapat menjelajahi kawasan ini dengan berjalan kaki. Wilayah ini menawarkan perpaduan arsitektur hanok tradisional dan bangunan modern bergaya Barat, menciptakan suasana yang unik. Beberapa bangunan bersejarah yang dapat dikunjungi adalah rumah misionaris William Reynolds, Owen Memorial Hall, dan Yangrim Church.
Festival ‘Good Morning! Yangrim’ menghadirkan pengalaman budaya yang beragam, mulai dari seni, sejarah, hingga interaksi komunitas. Dengan berbagai program menarik, festival ini menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk memahami lebih dalam tentang sejarah dan kebudayaan Gwangju serta menikmati suasana unik yang ditawarkan distrik Yangrim.