Kantor pusat EBS di Goyang-si, Gyeonggi-do. Foto: hyolee2 (Wikipedia)

Televisi pendidikan di Korea Selatan berpusat pada Educational Broadcasting System atau EBS. Lembaga penyiaran publik ini mengoperasikan delapan kanal yang menyasar kelompok usia dan kebutuhan belajar yang berbeda, mulai dari anak prasekolah hingga siswa SMA yang tengah mempersiapkan diri untuk Ujian Masuk Perguruan Tinggi. Kombinasi antara program dokumenter, tayangan anak, konten pendukung kurikulum, serta ekosistem digital membuat rating penayangan EBS dilaporkan melampaui stasiun televisi lainnya di Korea, terutama pada musim ujian.

Awalnya, EBS terbentuk dari kerja sama antara KBS 3 serta layanan radio pendidikan pada 1980-an. Kemudian pada 1990, EBS berdiri sebagai korporasi publik yang terpisah dan kemudian diatur oleh Korea Education Broadcasting Corporation Act tahun 1997. EBS memiliki misi untuk menyediakan layanan informasi, edukasi, dan pembelajaran sepanjang hayat yang melengkapi pendidikan formal. Kantor pusat EBS berlokasi di 281 Hallyuworld‑ro, Ilsandong‑gu, Goyang‑si, Gyeonggi‑do.

Pengelolaan EBS dilakukan di bawah dewan direksi beranggotakan sembilan orang yang dicalonkan oleh Korea Communications Commission. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga otonomi kelembagaan sekaligus memastikan akuntabilitas publik melalui proses penunjukan dan evaluasi berkala. Pada Agustus 2024, isu tata kelola menjadi sorotan ketika Presiden Yoon Suk Yeol memveto amandemen parlemen yang akan memperluas dewan dari sembilan orang menjadi dua puluh satu anggota.

Fondasi siaran terestrial EBS terdiri dari EBS1 di kanal 10.1 yang memuat dokumenter, program anak dan remaja, serta konten pendidikan masyarakat. EBS2 yang hadir sejak Februari 2015 di kanal 10.2 berfokus pada pendidikan dasar dan menengah serta program layanan bagi keluarga multikultural. Siaran radio bernama EBS FM mengkhususkan diri pada pendidikan bahasa asing dan setiap tahunnya radio ini menyiarkan audio resmi ujian kemampuan dengar suneung pada hari pelaksanaan ujian.

Ilustrasi ujian. Foto: Billy Albert (Unsplash)

Layanan televisi berlangganan semakin memperluas jangkauan melalui kanal tematik. EBS Plus 1 berpusat pada materi kurikulum SMA dan persiapan suneung. EBS Plus 2 menyajikan materi SD dan SMP serta pelatihan vokasional. EBS English menayangkan pembelajaran bahasa Inggris untuk jenjang TK hingga SMA, sedangkan EBS Kids menghadirkan program untuk anak usia dini. EBS America yang diluncurkan pada 2006 melayani pemirsa diaspora Korea dan peminat budaya Korea di Amerika Serikat.

Ujian Masuk Universitas atau suneung merupakan puncak evaluasi akademik nasional di Korea. EBS memosisikan diri sebagai mitra utama dalam persiapan ujian melalui siaran dan platform digital. EBS Plus 1 menayangkan kuliah persiapan suneung yang selalu diperbarui mengikuti perubahan kurikulum dan format soal. Jadwal siaran disusun mengikuti pola belajar siswa SMA dengan pengulangan pada jam belajar efektif agar materi mudah diakses.

Ekosistem pendukung belajar ini diperkuat oleh EBSi, platform daring yang diluncurkan pada April 2004. Melalui EBSi, siswa dapat mengakses bank soal, pembahasan, serta rencana belajar personal. Integrasi dengan EBS FM memungkinkan siswa untuk melatih kemampuan dengar menggunakan audio yang identik dengan ujian resmi, dengan penayangan yang dilakukan pada pukul 08.40 dan 13.10 di hari ujian, sehingga siswa dapat menyesuaikan ritme waktu tes sesungguhnya.

EBS mengembangkan layanan digital tematik untuk berbagai bidang studi. EBSe menyediakan pembelajaran bahasa Inggris. EBSLang menawarkan kuliah bahasa dalam 19 bahasa dengan skema pengembalian biaya kuliah tertentu untuk mendorong penyelesaian pembelajaran. Ada juga EBSMath yang menghadirkan materi matematika yang dirancang agar keterampilan dasar dan lanjutan dapat dipelajari secara bertahap. Sedangkan EBS Clip Bank menjadi basis data video dan gambar untuk kebutuhan kelas maupun belajar mandiri.

Ilustrasi kelas online. Foto: Nick Morrison (Unsplash)

Dari sisi teknologi penyiaran, EBS pernah menjalankan uji coba layanan dual‑stream 2D dan 3D. Pendekatan multiplatform ini dimaksudkan untuk memperluas akses tanpa memandang usia, lokasi, ataupun kondisi sosial ekonomi, serta melengkapi pembelajaran sekolah.

Konten untuk anak dan dokumenter EBS didistribusikan secara global melalui kemitraan dengan lembaga penyiaran internasional seperti PBS dan Smithsonian Channel di Amerika Serikat, serta France5, Arte, dan RAI di Eropa. Kolaborasi produksi bersama dilakukan untuk program bertema sains, sejarah, dan alam, sekaligus memperkenalkan pendekatan pendidikan Korea kepada pemirsa internasional.

Selain distribusi konten, EBS juga berpartisipasi dalam pengembangan materi pembelajaran bahasa Korea sebagai tanggapan atas meningkatnya minat global terhadap budaya Korea. Salah satu kerja sama yang menonjol adalah kolaborasi dengan English Club TV melalui JEI Corporation untuk mendistribusikan program pembelajaran bahasa Inggris di berbagai platform, termasuk televisi satelit dan IPTV.

Selama musim ujian, rating EBS disebut berada pada kisaran lima hingga sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan stasiun lain, terutama karena tayangan dukungan akademik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan siswa. Peran ini meluas ke pendidikan sepanjang hayat melalui dokumenter dan program literasi publik yang ditayangkan di kanal terestrial maupun berlangganan. Dengan cakupan yang menyasar seluruh rentang usia, EBS mengisi celah antara media penyiaran dan kebutuhan belajar yang beragam.

EBS membangun model televisi pendidikan yang terintegrasi, memadukan penyiaran terestrial, kanal berlangganan, dan platform digital. Struktur tata kelola yang berbasis regulasi publik dan kemitraan internasional memberikan landasan untuk kontinuitas layanan. Melalui kanal tematik dan layanan daring, EBS menyediakan sumber belajar yang konsisten bagi pelajar, orang tua, dan pendidik.