Webtun: Revolusi Digital dalam Sastra dan Budaya Pop Korea

on in Literature
Adaptasi anime dari webtun God of High School. Sumber: Viz

Webtun, atau yang dikenal juga dengan nama manhwa digital, merupakan bentuk komik digital yang berakar dari Korea Selatan. Didesain khusus untuk dibaca di smartphone, webtun dibaca dengan cara menggulir layar ke bawah dan biasanya dirilis secara mingguan. Mesikpun kerap dipandang sebagai bacaan yang ringan, webtun telah menjadi salah satu produk budaya yang progresif dalam dunia sastra dan budaya pop Korea.

Fenomena webtun berawal dari harian online pada akhir tahun 1990-an, dan semenjak saat itu, webtun berkembang menjadi lebih kompleks dan melibatkan banyak artis, baik profesional maupun amatir.

Di saat yang sama, industri manhwa (komik Korea) tengah mengalami kemunduran. Meskipun begitu, pada tahun 2004, Kim Jun-koo, seorang penggemar manga Jepang dan pembaca setia manhwa, melihat peluang untuk merevitalisasi industri komik Korea dengan memanfaatkan teknologi internet. Pada tahun yang sama, Kim Jun-koo mendirikan platform webtun pertama di Korea Selatan bernama “WEBTOON” di bawah Naver Corporation.

Platform ini menawarkan akses mudah ke komik digital dengan format yang dioptimalkan untuk layar ponsel dan komputer. Webtun menghadirkan model bisnis baru, di mana pembaca dapat mengakses komik secara gratis dengan iklan atau membayar untuk episode terbaru.

Meskipun webtun adalah komik digital yang utamanya dimaksudkan untuk dibaca di smartphone, webtun tetap dianggap sebagai karya sastra. Kini, webtun telah berkembang dengan cerita dan narasi yang kompleks dalam genre serta tema yang bervariasi.

Webtun telah menjadi sumber inspirasi yang tak habis-habisnya bagi berbagai industri hiburan Korea, termasuk K-drama, sinema, musikal, dan permainan komputer. Webtun juga telah memperoleh popularitas di pasar Barat, bahkan menyaingi manga Jepang. Meskipun webtun menjadi bentuk sastra yang relatif baru, mereka telah memberikan dampak signifikan pada dunia komik dan penceritaan.

Kehadiran webtun menjadi terobosan besar dalam industri komik Korea. Dengan platform digital yang mudah diakses dan model bisnis yang inovatif, webtun berhasil menarik minat pembaca baru dan menciptakan peluang bagi para kreator komik untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Bentuk naratif baru ini tidak hanya mempopulerkan kembali budaya komik di Korea, tetapi juga membuka pintu bagi kolaborasi dan eksperimen kreatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Popularitas webtun di Korea Selatan, khususnya di kalangan generasi muda, telah meningkat secara signifikan. Ini menjadikannya sebagai salah satu industri yang penting dan berpotensi untuk sukses di panggung global. Kolaborasi dengan platform-platform seperti Netflix menandai ekspansi internasional webtun, membuktikan daya tarik dari cerita-cerita Korea yang bersifat universal melalui format digital ini.

Popularitas webtun telah meningkat pesat, tidak hanya di Korea tetapi juga secara global. Beberapa webtun Korea yang sukses telah diadaptasi menjadi drama Korea populer, seperti “Extraordinary You” yang diangkat dari webtun “July Found By Chance” karya Moo Ryoo, “True Beauty” berdasarkan webtun dengan judul yang sama karya Kim Myeong-Mi, “What’s Wrong with Secretary Kim?” yang diadaptasi dari webtun “The Manhwa That Shook the World” karya Park Tae-jun dan Hong Seon-young, serta “Itaewon Class” yang diadaptasi dari webtun berjudul sama karya Kwang Jin. Adaptasi-adaptasi ini mendapat sambutan hangat dari penggemar, yang mengapresiasi kesetiaan adaptasi K-drama terhadap cerita asli webtun.

Selain itu, beberapa webtun Korea yang populer, seperti “Tower of God”, “Noblesse”, dan “The God of High School”, telah sukses diadaptasi menjadi serial televisi dan anime. Adaptasi ini tidak hanya meningkatkan popularitas webtun, tetapi juga memperluas pengaruh budaya Korea secara global. Melalui naratif yang menarik dan cara penyajian yang inovatif, webtun telah mendefinisikan ulang hiburan digital dan menetapkan standar baru dalam industri kreatif, baik di Korea maupun secara global.

Webtun, atau komik digital asal Korea Selatan, telah mengalami evolusi yang signifikan dari kolom di harian online sederhana menjadi karya sastra yang inovatif. Bermula dari upaya merevitalisasi industri komik Korea pada awal 2000-an, webtun hadir dengan platform digital yang mudah diakses dan model bisnis baru yang menarik minat pembaca. Dengan format vertikal yang dioptimalkan untuk pembacaan di smartphone dan dirilis secara mingguan, webtun telah menjadi sumber inspirasi tak terbatas bagi berbagai industri penceritaan Korea seperti drama, film, musikal, dan gim.

Kepopuleran webtun terus meningkat, baik di Korea maupun global, dengan beberapa judul populer telah diadaptasi ke berbagai media seperti drama dan anime. Dengan mencakup berbagai genre dan menjangkau audiens yang luas, webtun telah mendefinisikan ulang hiburan digital dan menetapkan standar baru dalam industri kreatif.

Fenomena webtun merupakan bukti kemajuan sastra dan budaya pop Korea yang progresif, membuka pintu bagi kolaborasi dan eksperimen kreatif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Webtun tidak hanya mempopulerkan kembali budaya komik di Korea, tetapi juga memperluas pengaruh budaya Korea secara global dengan narasi yang menarik dan cara penyajian yang inovatif.