Hewan Peliharaan di Korea Selatan

on in Explore Korea
Foto: Unsplash

Korea Selatan, negara yang dikenal dengan kecanggihan teknologi dan kekayaan budayanya, juga mengalami perkembangan signifikan dalam hal budaya memelihara hewan. Artikel ini akan membahas mengenai berbagai aspek budaya peliharaan di Korea Selatan, mulai dari jenis hewan peliharaan yang populer, biaya pemeliharaan, hingga aspek hukum yang mengatur tentang hewan peliharaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Selatan mengalami peningkatan yang signifikan dalam jumlah penduduk yang memelihara hewan. Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 25.4% penduduk Korea Selatan telah memelihara setidaknya satu peliharaan. Anjing menjadi jenis hewan peliharaan yang paling populer, dengan 75.6% rumah tangga yang memelihara anjing. Disusul oleh kucing, yang dimiliki oleh 27.7% rumah tangga dengan hewan peliharaan. Jumlah rumah tangga dengan hewan peliharaan diperkirakan sebanyak 6.38 juta, yang terdiri dari 6.02 juta anjing dan 2.58 juta kucing.

Industri terkait hewan peliharaan di Korea Selatan memiliki nilai yang cukup besar, diperkirakan mencapai 3.4 triliun won pada tahun 2020. Nilai ini menunjukkan betapa pentingnya hewan peliharaan dalam kehidupan masyarakat Korea Selatan. Budaya memelihara hewan di negara ini terus berkembang. Bahkan, istilah “hewan pendamping” kini lebih sering digunakan daripada “hewan peliharaan”, mencerminkan ikatan emosional yang kuat dan kehidupan bersama antara manusia dan hewan. Peningkatan jumlah keluarga inti dan rumah tangga single juga berkontribusi terhadap popularitas hewan pendamping di Korea Selatan.

Meskipun ada asosiasi budaya dengan daging anjing, banyak warga Korea Selatan yang memperlakukan anjing sebagai anggota keluarga atau sebagai hewan kerja di area pertanian atau sebagai anjing penjaga.

Biaya rata-rata pemeliharaan hewan pendamping di Korea Selatan bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran hewan. Secara umum, biaya dasar pemeliharaan berkisar antara 140.000 hingga 170.000 won Korea Selatan per bulan (sekitar Rp. 1.700.000 hingga Rp. 2.000.000 – kurs rupiah terhadap won dapat bervariasi). Untuk hewan peliharaan berukuran lebih kecil, biayanya sekitar ₩25,000 per bulan (sekitar Rp. 300.000).

Sebuah survei yang melibatkan 5.000 warga Korea Selatan berusia antara 20 hingga 64 tahun mengungkapkan bahwa pemilik hewan peliharaan menghabiskan rata-rata 150.000 won (sekitar US$123 atau Rp. 1.750.000) per bulan untuk hewan pendamping mereka. Pengeluaran ini meningkat sekitar 30.000 won dari tahun sebelumnya. Selain itu, pengeluaran tahunan rata-rata untuk layanan dan produk terkait hewan peliharaan pada tahun 2022 dilaporkan sekitar ₩353,000 (sekitar $268, setara dengan Rp. 3.800.000). Namun, perlu diperhatikan bahwa biaya ini dapat bervariasi tergantung pada faktor seperti ukuran hewan peliharaan, biaya medis, dan kebutuhan spesifik lainnya.

Di Korea Selatan, anjing merupakan jenis hewan peliharaan yang paling populer. Berbagai ras anjing memiliki popularitasnya masing-masing di kalangan pemilik hewan peliharaan di negara ini. Menurut survei yang dilakukan pada tahun 2021, anjing ras Maltese menjadi jenis anjing yang paling banyak dimiliki, dengan persentase sekitar 23.7% dari total responden. Ras ini dikenal karena ukurannya yang kecil dan bulunya yang lembut, membuatnya menjadi pilihan favorit bagi banyak pemilik hewan peliharaan.

Selain Maltese, ras anjing Jindo juga cukup populer, terutama di kalangan orang-orang yang tidak mengadopsi anjingnya. Anjing Jindo dikenal karena loyalitas dan kecerdasannya. Ras lain yang juga populer termasuk Golden Retriever, Poodle, dan Pomeranian. Ras-ras ini dikenal karena kepribadian mereka yang ramah dan cocok untuk hidup sebagai hewan pendamping. Secara umum, anjing merupakan jenis hewan peliharaan yang paling banyak dimiliki di Korea Selatan, dengan sekitar 68% pemilik hewan peliharaan memiliki anjing.

Anjing ras Jindo. Foto: Wikipedia.

Di Korea Selatan, terdapat berbagai aspek hukum yang terkait dengan pemeliharaan hewan peliharaan. Pemerintah Korea Selatan sangat serius dalam melindungi hak-hak hewan peliharaan dan telah menetapkan berbagai aturan untuk memastikan kesejahteraan mereka. Setiap anjing yang berusia lebih dari dua bulan wajib didaftarkan, dan pemilik yang tidak mendaftarkan hewan peliharaannya bisa dikenakan denda hingga ₩1 juta.

Undang-Undang Perlindungan Hewan melarang pembunuhan, penyiksaan, atau penelantaran terhadap hewan. Meskipun tidak ada undang-undang yang secara spesifik melarang memiliki hewan peliharaan di kompleks apartemen, selalu disarankan untuk memeriksa perjanjian sewa terlebih dahulu. Identifikasi hewan peliharaan juga diperlukan, dan bisnis yang terkait dengan hewan peliharaan di Korea Selatan memerlukan lisensi khusus. Ketika hewan peliharaan meninggal, pemiliknya dapat memilih untuk mengadakan pemakaman di fasilitas pemakaman hewan, yang juga memerlukan lisensi khusus untuk beroperasi. Hukum di Korea Selatan mengklasifikasikan bangkai hewan sebagai limbah domestik dan harus dibuang dalam kantong sampah.

Denda untuk penelantaran hewan bisa mencapai satu juta won, dan hukum tidak memberikan wewenang kepada negara untuk melarang seseorang memiliki hewan jika mereka telah dinyatakan bersalah atas kekejaman terhadap hewan, serta tidak memberlakukan hukuman yang lebih berat bagi pelaku kekejaman hewan yang berulang.

Undang-Undang Perlindungan Hewan yang disahkan pada tahun 1991 merupakan legislasi utama terkait kesejahteraan hewan di Korea. Undang-undang ini secara umum mendefinisikan tanggung jawab pemilik dan pengasuh hewan untuk memberi makan, merawat, dan melindungi hewan dari kekejaman. Selain itu, Wildlife Protection and Management Act melarang pembunuhan hewan liar dengan metode kejam seperti menyakiti hewan yang tertangkap dan mengumpulkan cairan atau bagian tubuh dari hewan liar yang masih hidup.

Budaya memelihara hewan di Korea Selatan telah berkembang pesat, mencerminkan perubahan dalam struktur sosial dan pola hidup masyarakat. Pertumbuhan ini bukan hanya sebatas tren, melainkan juga menunjukkan pergeseran dalam nilai-nilai sosial, di mana hewan peliharaan kini lebih dianggap sebagai bagian dari keluarga dan teman hidup. Peningkatan kesadaran terhadap kesejahteraan hewan juga tercermin dari regulasi ketat yang diterapkan oleh pemerintah Korea Selatan. Undang-undang dan kebijakan yang ada menegaskan komitmen negara dalam melindungi hak-hak hewan serta menjamin bahwa hewan peliharaan diperlakukan dengan cara yang etis dan bertanggung jawab.

Perkembangan ini juga menggambarkan bagaimana masyarakat Korea Selatan mulai memandang hewan peliharaan tidak hanya sebagai hewan biasa, tetapi sebagai makhluk hidup yang memiliki hak untuk hidup layak dan diperlakukan dengan kasih sayang. Peningkatan jumlah hewan peliharaan yang didaftarkan dan biaya pemeliharaan yang signifikan menunjukkan bahwa pemilik hewan di Korea Selatan bersedia berinvestasi baik secara emosional maupun finansial untuk kesejahteraan hewan pendamping mereka.